Bismillahirrahmanirrahim
Ancaman Untuk Orang Yang Meninggalkan
Shalat
Dari Nabi Muhammad SAW, sesungguhnya pada suatu hari
beliau telah menjelaskkan tentang shalat. Kemudian beliau bersabda :
“
Barangsiapa yang memelihara shalat, maka shalat itu merupakan cahaya, petunjuk
dan penyelamat baginya di hari kiamat. Dan barangsiapa tidak memeliharanya,
maka dia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk dan penyelamat dan di hari kiamat
akan bersama Qarun, Fir’aun, Haaman dan Ubayyu bin Khalaf ”. 2)
Bahaya Meninggalkan Shalat Berjemaah
Diriwayatkan
dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda :
“
Barang siapa yang meremehkan shalat berjemaah, maka Allah SWT akan menyiksanya
dengan dua belas macam siksaan : Tiga di dunia, tiga ketika mati, tiga di dalam
kubur dan tiga lagi di hari kiamat.
Adapun
Tiga siksaan di dunia ialah : Allah menghilangkan berkah dari usaha dan rezeki,
Allah mencabut dari padanya cahaya kesalehannya, dan dia dibenci oleh
orang-orang mukmin.
Tiga
siksaan ketika mati ialah : Ruhnya dicabut dalam keadaan kehausan, walaupun dia
telah meminum air sebanyak sungai, merasakan berat dan sakit ketika ruhnya
dicabut, dan dia dikhawatirkan hilang imannya. Na’udzubillahi Ta’ala.
Tiga
sikssaan didalam kuburnya ialah : Mengalami kesulitan menjawab pertanyaan
Munkar dan Nakir, Kuburnya menjadi sangat gelap dan menyempit serta menghimpit
jasadnya.
Tiga
siksaan di hari kiamat ialah: Mengalami kesulitan dalam hisab, Allah murka
padanya, dan Allah akan menyiksanya dengan memasukkan ke nerakaa. Na’udzubillahi min dzalik” 3)
Oleh karena itu telah disebutkan : “
Tidak ada keringanan bagi orang yang mendengarkan azan, untuk meninggalkan
shalat berjemaah. Karena shalat berjemaah itu adalah sunnat muakkad, yang
sangat di tekankan, sehinngga apabila semua penduduk suatu tempat meninggal
shalat Jemaah, maka wajib di perangi, karena Jemaah itu syiar islam”.
Peringatan Bagi Orang Yang
Meninggalkan Shalat
Dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda :
“
Shalat itu adalah tiang agama. Maka barangsiapa uang menegakkannya, berarti dia
benar-benar telah menegakkan agama, dan barangsiapa yang meninggalkannya,
berarti dia benar-benar telah merobojkan agama”.
Diriwayatkan, bahwa nabi Muhammad
SAW. Pernah duduk bersama para sahabatnya tiba-tiba seorang seorang pemuda
bangsa Arab menuju ke depan pintu masjid sambal menangis. Nabi Muhammad SAW.
Bertanya : “ Apakah yang membuatmu menangis, hai anak muda ?” Dia menjawab : “
Ya Rasulullah, ayahku meninggal dan tidak punya kain kafan serta tidak ada yang
mau memandikan.” Nabi lalu memerintahkan Abu Bakar dan Umar. Keduanya pergi ke
rumah mayit. Mereka melihatnya seperti babi hitam. Mereka lalu kembali kepada
Nabi Muhammad SAW. Dan berkata :” kami tidak melihatnya, kecuali seperti babi
hitam ya Rasulullah “. Maka berdirilah Nabi Muhammad SAW, Dan pergi menuju
jenazah. Beliau berdoa dan berubahlah mayit itu pada rupa sebenarnya seperti
ketika masih hidup. Nabi Muhammad SAW, menyalatkannya dan orang-orang yang
hadir mau menguburkannya. Tetapi mereka pun melihatnya seperti babi hitam
kembali. Nabi Muhammad SAW, bersabda : “ Hai anak muda, apakah amal yang
dikerjakan ayahmu ketika di dunia ?” Pemuda menjawab : “ Dia orang yang
meninggalkan shalat”. Nabi Muhammad SAW. Bersabda : “ Hai Sahabat – sahabatku,
lihatlah keadaaan orang yang meningalkan shalat. Allah akan membangkitkannya
dari kubur di hari kiamat, seperti babi hitam. Na’udzubillahi min dzalik”4)
Pada zaman khalifah Abu Bakar
Ash-Shiddiq, ada seorang laki-laki meninggal. Orang-orang yang hadir bersdiri
menyalatkannya. Tiba-tiba kain kafan itu bergerak-gerak, mereka melihatnya dan
mereka menemukan seekor ular yang melingkar di lehernya, sedang makan dagingnya
dan menghisap darahnya. Mereka bermaksud membunuh ular itu. Tapi ular itu dapat
berbicara. Dia membaca :
“
Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah SWT “.
Mengapa
kalian semua hendak memnbunuhku, sedang aku tidak mempunyai kesalahan dan dosa?
Allah SWT telah memerintahkan kepadaku, agar aku menyiksa sampai hari kiamat “.
Mereka bertanya : “ Apakah dosanya ? ” Ular itu berkata : “ Ketika mendengarkan
azan, dia tidak mau menghadiri jamaah, Dia tidak mau mengeluarkan zakat dari
hartanya dna tidak mau mendengarkan kata-kata ulama. Innilah balasannya”.5)
Daftar Pustaka :
1) Lubabut Tafsir
2)
Syarah Al-Maniyat
3) Kanzul Akhbar
4) Bahjatul Anwar
5) Al – Marsum
Apakah saya boleh membagikan ini, ini sepertinya menaric
BalasHapusboleh
Hapus